Meski industri video klip band memang tidak sederas video klip lagu-lagu pantura, tapi beberapa band sekarang sudah mulai menjiplak strategi promo bandnya melalui video klip. Tannggal 04 Mei kemarin, saya kembali menggarap Video Klip, kali ini milik pemilik asli lagi ABG Tua yaitu Plat Band.
Saya belum sempat posting di blog lain saya yang juga berbicara tentang video klip, dan industri film, meskipun masih miskin posting karena, jujur aja saya moody'an orangnya. Kalo lagi nggak mood ya nggak nulis :)
By the way mungkin seharusnya saya nulis tips ini dari dulu, hanya saja, saya juga sudah lupa apa saya pernah posting ini atau belum ya. Tapi nggak apa-apa kalopun sudah ini bukan copy paste koq, saya nulis ulang lagi sambil facebook'an hehe add ya..hihi
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan umumnya pada pemuatanklip band indie adalah:
1. Menyerahkan kepada orang yang secara SDM beda disiplin ilmunya. Misal nyerahin ke tukang video shooting hajatan. Nah, yang perlu dipertanyakan adalah membuat video klip itu hampir sama dengan membuat film, ada proses dan tekhnisnya. Proses misalnya, mempelajari materi lagu, membuat video outline-nya, kemudian hunting lokasi berdasarkan scene atau scenario yang di buat. Selain itu kemampuan director/sutradara klip dalam membuat atau mengemasnya juga berpengaruh, tergantung kehebatan imajinasinya. Hehe... kaya saya nih hebat, hanya saja kadang, si band ikut campur pengen lokasi di tempat anu-anu dll. Ini yang kadang juga akan membuat video klip kurang bagus. Karena seorang director pasti lebih paham arah imajinasi video klip ini akan dibawa kemana.
2. Minimnya budget, karena saya juga nge-band, saya tua keuangan band seperti apa kalo nggak ada yang modalain dan apa-apa mesti sendiri. Karen minimnya budget otomatis fasilitas yang didapatkan juga akan kecil, seperti lighting, jenis camera, mobil jemputan artis dll nya akan sangat diperhitungkan.
3. Pengetahuan jenis camera yang digunakan juga akan sangat berpengaruh, karena itu pastikan jenis kamera yang dipake atau biasanya kalo disaya sesuai budgetnya. Broadcast atau nggak, handycame atau bukan. Karena ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar.
4. SDM editor, yang satu ini adalah kualitas imanjinasi sang editor videonya namun biasanya editor adalah berdasarkan video outline atau scenario yang dibuat director.
5. Ketemu dengan director yang salah. Maksudnya?... begini coy, ada director yang hanya fokus pada untung besar tanpa memepertimbangkan fasilitas bagi artis/bandnya, dia berfikir bagaimana mendapat untung yang sebesar-besarnya dengan budget sekecil-kecilnya tanpa memperhatikan kualitas video klipnya. Nah hindari director/sutradara yang seperti itu. Pilih director yang suka dengan dunia seni, dan selalu fokus pada kualitas kaya saya hahaha.... saking fokusnya jadi otoriter wkwkwkw... Kata crew yang ikut syuting kemarin sich iya saya otoriter wkwkwk.. But its okay, karena saya berorientasi pada hasil videonya.
Hmm.. mungkin segitu dulu ya mba2 mas2.. silahkan contact aja kalo mau info lebih lanjut di FB saya
BACA JUGA : PROSES PEMBUATAN VIDEO KLIP PLAT BAND

Tidak ada komentar:
Posting Komentar